Boeing Disebut Menyembunyikan Anomali Pada Sistem Pesawat B737 MAX 8 PK-LQP



Dugaan tersebut disampaikan oleh media terkenal Wall Street Journal (WSJ). Mereka mengutip pernyataan dari pakar keamanan yang terlibat dalam investigasi jatuhnya pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air dengan registrasi PK-LQP. Pejabat Madya Federal Aviation Administration (FAA) dan sejumlah pilot telah mengungkapkan hal yang sama tentang masalah pada pesawat tipe Max 8 dan Max 9.

Boeing disebut menyembunyikan informasi penting soal potensi bahaya dari fitur kontrol penerbangan di tipe pesawat Max 8&9, yang merupakan jenis pesawat Lion Air yang jatuh beberapa minggu yang lalu.

Laporan itu mengungkap tentang automated stall-prevention system di Boeing 737 MAX 8 dan MAX 9 yang sebenarnya bertujuan membantu awak pesawat terhindar dari kekeliruan mengangkat hidung pesawat terlalu tinggi. Namun, saat dalam kondisi tidak biasa, fitur itu dapat mendorong pesawat secara tidak terduga dan sangat kuat sehingga awak pesawat tidak bisa menariknya kembali.

Situasi seperti itu disebut bisa mengakibatkan pesawat menukik dengan curam atau kecelakaan. Kondisi demikian disebut tetap bisa terjadi, bahkan jika pilot menerbangkan pesawat secara manual. 


Seperti diketahui, Boeing dan otoritas penerbangan Amerika Serikat (AS), Federal Aviation Administration (FAA), menerbitkan buletin keamanan untuk semua maskapai di dunia yang memakai pesawat Boeing 737 MAX 8 setelah kecelakaan Lion Air PK-LQP pada 29 Oktober 2018. Tetapi sejumlah pilot yang tergabung dalam Allied Pilot Association menyebut buletin itu bukan penegasan prosedur, melainkan berisi informasi baru yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya.

"Mereka (Boeing) tidak memberi kami semua info yang kami butuhkan ketika kami menerbangkan pesawat," kata juru bicara Allied Pilot Association, Captain Dennis Tajer, seperti dilansir CNN.

"Buletin ini bukan penegasan kembali, melainkan suatu pencerahan dan informasi baru," sambungnya.


Asosiasi tersebut mengatakan manual Boeing 737 MAX 8 tidak memberi tahu pilot bahwa ketika komputer pesawat mendeteksi pesawat berada dalam kondisi stall, sistem itu secara otomatis memicu respons, seperti menurunkan hidung pesawat. Itu adalah informasi penting bagi pilot. 

Boeing telah menanggapi laporan Wall Street Journal soal pesawat Boeing 737 MAX 8 ini. Boeing menjamin keamanan pesawatnya.

"Kami telah bekerja sama dengan tim penyelidik dan semua pihak berwenang yang terlibat. Kami yakin akan keamanan dari 737 MAX. Keamanan tetap menjadi prioritas utama kami dan merupakan nilai utama bagi semua orang di Boeing," demikian pernyataan Boeing.

Sementara itu, Managing Director Lion Air Captain Daniel Putut Kuncoro Adi juga telah memberi jawaban kepada CNN. "Kami mengumpulkan semua informasi dalam penyelidikan internal kami, kami bekerja dengan para ahli kami di departemen (operasi dan teknik), tetapi kami tetap menghormati investigasi yang dilakukan KNKT dan kami menunggu laporan tersebut," ungkapnya.

Dengan ditemukannya fakta tersebut mungkin saja pemerintah Indonesia bisa melakukan grounded seluruh armada Boeing 737 MAX family, bila ini terjadi maka untuk pesawat sejenis bisa digantikan dengan pesawat Irkutsk MC 21-300 buatan Rusia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.